Definisi IMD
Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah tahapan untuk memberikan ASI segera setelah bayi dilahirkan, dimana bayi diletakkan di dada ibu agar terjadi skin-to-skin contact dan dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri tanpa diarahkan yang berlangsung 1 jam.
Manfaat IMD
Bagi ibu:
Meningkatkan bonding antara ibu dan bayi
Meransang produksi hormon oksitoksin untuk meransang kontraksi uterus sehingga mempercepat pengeluaran plasenta dan mengurangi risiko pendarahan setelah persalinan.
Meransang hormon prolaktin yang penting dalam kelancaran produksi ASI selanjutnya
Nyeri ibu berkurang dan ibu dapat merasa lebih tenang sehingga mengurangi stress ibu setelah melahirkan
Bagi bayi:
Mempertahankan suhu bayi tetap hangat dan mencegah bayi mengalami hipotermia dari kontak skin-to-skin.
Bayi mendapat tetesan ASI pertama atau kolostrum yang kaya akan antibodi untuk melindungi bayi dari infeksi.
Bayi merasa lebih nyaman dan tenang ketika mendengar detak jantung ibu. Selain itu, bayi memiliki detak jantung dan ritme pernapasan yang lebih stabil.
Mendorong keterampilan bayi untuk memiliki insting menyusu yang lebih baik.
Cara melakukan IMD
Segera setelah bayi lahir dan dipastikan tidak memerlukan tindakan resusitasi, bayi diletakkan di atas perut ibu (Bila persalinan SC, bayi ditaruh di dada ibu)
Bayi kemudian dikeringkan mulai dari wajah, kepala, hingga seluruh tubuh, kecuali kedua tangannya. Bau cairan amnion pada tangan bayi akan membantunya mencari puting susu ibu. Proses pengeringan tidak perlu menghilangkan seluruh verniks karena lapisan tersebut berfungsi membantu mempertahankan suhu tubuh bayi.
Setelah tali pusat dipotong dan diikat, bayi diposisikan tengkurap di atas perut ibu dengan kepala mengarah ke kepala ibu. Jika suhu ruang bersalin cukup dingin, ibu dan bayi dapat diselimuti bersama serta bayi diberikan topi untuk menjaga kehangatan tubuhnya.
Sekitar 12–44 menit setelah lahir, bayi mulai melakukan berbagai gerakan seperti menendang, menggerakkan kaki, bahu, dan lengan. Aktivitas tersebut turut merangsang kontraksi uterus ibu. Dengan kemampuan penglihatan yang masih terbatas, bayi dapat mengenali areola yang berwarna lebih gelap dan secara bertahap bergerak menuju payudara. Bayi juga akan menggesek atau membenturkan kepalanya pada dada ibu, yang memberikan stimulasi menyerupai pijatan pada payudara.
Bayi menemukan puting susu melalui indra penciuman yang dipandu oleh aroma pada kedua tangannya. Bayi akan mengangkat kepala, mulai membuka mulut, mengulum puting, dan akhirnya menyusu. Proses ini umumnya berlangsung dalam rentang waktu 27–71 menit setelah kelahiran.
Hambatan
Kondisi Medis Darurat: Jika ibu mengalami komplikasi berat (seperti eklampsia atau perdarahan hebat) atau bayi lahir dengan kondisi gawat (seperti asfiksia/tidak menangis, atau prematur ekstrem) yang membutuhkan resusitasi segera.
Kurangnya Pengetahuan: Ketidaktahuan ibu atau keluarga mengenai pentingnya IMD, sehingga mereka tidak memintanya kepada tenaga kesehatan.
Dukungan Tenaga Kesehatan yang Minim: Tenaga medis yang terburu-buru atau kurang terlatih dalam membimbing proses IMD yang sabar dan perlahan.
Login untuk menyimpan progress belajar.