Definisi Stunting
Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan.
Kriteria Stunting
Kriteria medis stunting dinilai berdasarkan indeks panjang badan atau tinggi badan menurut umur dan jenis kelamin.
Indikator Tinggi Badan menurut Usia (TB/U): Anak secara resmi dikategorikan mengalami stunting jika nilai z-score atau hasil pengukurannya berada di bawah -2 Standar Deviasi (SD) dari median standar pertumbuhan anak WHO.
Jika hasil pengukuran berada di bawah -3 SD, anak tersebut dikategorikan mengalami stunting yang sangat parah (severely stunted).
Penyebab Stunting
Kekurangan Asupan Gizi
Kurangnya asupan gizi ini dapat dipicu oleh kemiskinan (faktor sosioekonomi), penelantaran, ketersediaan bahan makanan, serta rendahnya pendidikan dan pengetahuan orang tua terkait praktik pemberian makan bayi dan balita.
Peningkatan Kebutuhan Nutrisi
Kebutuhan nutrisi anak dapat meningkat secara drastis akibat penyakit kronis, seperti penyakit jantung bawaan, alergi susu sapi, kelainan metabolisme bawaan, dan kondisi bayi dengan berat badan lahir sangat rendah.
Infeksi Kronis dan Penyakit Berulang
Infeksi kronis seperti diare sering kali disebabkan oleh kebersihan personal, sanitasi, dan lingkungan yang buruk. Kondisi ini juga diperparah oleh penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi, seperti campak, pertusis, difteri, dan tuberkulosis.
Faktor Keluarga dan Praktik Pengasuhan
Terdapat berbagai determinan rumah tangga yang berisiko memicu stunting, di antaranya ibu atau ayah yang berpostur pendek, kelahiran prematur, riwayat merokok orang tua, kepadatan hunian, serta praktik pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak optimal.
Dampak Stunting
Dampak jangka pendek
Terjadi peningkatan risiko morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) pada anak..
Sistem kekebalan tubuh anak mengalami penurunan, sehingga ia menjadi jauh lebih rentan terhadap infeksi.
Perkembangan otak anak menjadi terhambat.
Dampak jangka panjang
Anak gagal mencapai potensi kognitif dan kemampuan fisik yang maksimal.
Mengalami penurunan tingkat kecerdasan atau IQ serta terhambatnya prestasi di sekolah.
Menurunnya kapasitas kerja dan terganggunya status sosial ekonomi ketika anak beranjak dewasa.
Tubuh anak mengalami penurunan kemampuan oksidasi lemak, yang membuatnya rentan mengalami obesitas sentral dan resistensi insulin.
Peningkatan risiko penyakit degeneratif di usia dewasa, seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dislipidemia (penyakit kardiovaskular), serta terganggunya fungsi reproduksi.
Login untuk menyimpan progress belajar.