Pemberian MPASI yang tepat dilakukan dengan memperhatikan usia anak, yang dijabarkan sebagai berikut (Tane et al., 2024).
a) Anak Usia 6–8 Bulan
- ASI tetap diberikan sesuai keinginan anak.
- MPASI berperan untuk memenuhi kebutuhan energi tambahan sekitar 200 kkal per hari.
- Mulailah dengan bubur kental, makanan yang dihaluskan dengan baik, lanjutkan dengan makanan yang dilumatkan.
- Frekuensi 2 – 3 kali makan per hari tergantung pada selera anak, 1 -2 makanan selingan dapat ditawarkan.
- Mulailah dengan 2 – 3 sendok makan per makanan, tingkatkan secara bertahap hingga ½ cangkir 250 ml.
b) Anak Usia 9–11 Bulan
- ASI tetap diberikan sesuai keinginan anak.
- Kebutuhan energi anak semakin meningkat sehingga MPASI perlu menyediakan energi tambahan sekitar 300 kkal per hari.
- Tingkatkan tekstur makanan menjadi lebih kasar, seperti makanan cincang halus atau dihaluskan dan finger food.
- Berikan makanan utama sebanyak 3–4 kali sehari.
- Tambahkan 1–2 kali makanan selingan dalam sehari.
- Jumlah makanan ½ cangkir mangkuk 250 ml.
c) Anak Usia 12–23 Bulan
- Lanjutkan pemberian ASI hingga usia 2 tahun atau lebih.
- Pada usia ini, MPASI menjadi sumber energi yang semakin penting dengan kebutuhan tambahan sekitar 550 kkal per hari.
- Anak dapat mengonsumsi makanan keluarga, dicincang atau dihaluskan jika perlu.
- Berikan makanan utama sebanyak 3–4 kali sehari.
- Tambahkan 1–2 kali makanan selingan dalam sehari.
- Jumlah makanan ¾ cangkir atau mangkuk penuh 250 ml.