Detail Materi
Lihat Materi

Definisi MPASI

Strategi Pemberian MPASI

Dalam pemberian MPASI, beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut (Pravitasari & Indraswari, 2025):

a) Tepat waktu

MPASI diberikan ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi yaitu tepat ketika bayi berusia 6 bulan. Selain itu ketika berusia 6 bulan diharapkan bayi telah mampu untuk duduk dengan leher tegak dan mengangkat kepalanya sendiri tanpa memerlukan bantuan, mampu menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, misalnya mencoba meraih makanan yang ada dihadapannya, anak menjadi lebih lapar dan tetap menunjukkan tanda lapar seperti gelisah dan tidak tenang walaupun ibu sudah memberikan ASI secara rutin.

b) Adekuat

MPASI harus memenuhi kebutuhan zat gizi yang lengkap dan tercukupi baik dari energi, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral yang dibutuhkan anak seperti karbohidrat (nasi, mie, kentang, dll), protein (telur, ayam, tahu, tempe, ikan, dll), lemak (minyak, margarin, santan), vitamin dan mineral (buah dan sayur).

c) Aman dan higienis

Proses persiapan dan pembuatan MPASI harus menggunakan cara, bahan, dan alat yang aman serta higienis. Proses ini dapat dijaga dengan memastikan kebersihan dan peralatan makan yang digunakan untuk menyiapkan dan menyajikan MPASI, mencuci tangan ibu dan bayi sebelum makan, menyimpan makanan yang akan diberikan kepada bayi di tempat yang bersih dan aman, memisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dan bahan makanan matang.

d) Diberikan secara responsif

MPASI diberikan secara konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak. Sinyal lapar anak dapat ditunjuukkan dengan mencondongkan badan ke arah makanan dan membuka mulutnya atau menjulurkan lidah, terlihat bersemangat dan senang saat melihat makanan, mata fokus kepada makanan dan matanya terus mengikuti ke mana arah makanan bergerak, menangis. Tangisan karena lapar umumnya terdengar singkat, bernada rendah, serta mengencang dan mereda.


Login untuk menyimpan progress belajar.